Tuntasnews.net – Medan – Aksi demo sudah menjadi biasa di kantor Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Sumatera Utara, Jl. Sakti Lubis Medan. Dalam satu bulan terakhir dinas BMBK lebih kurang sudah dua kali para mahasiswa malakukan demo. Ikatan Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara (Imakor Sumut) bersama puluhan mahasiswa yang tergabung melakukan aksi demo didepan kantor Dinas BMBK.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta agar Kejati mengusut pelaksanaan proyek di kabupaten Dairi yang menelan biaya 24 miliar lebih diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Pekerjaan tersebut diduga kuat volume pekerjaan tidak sesuai.
“kami meminta kajati memanggil dan memeriksa oknum terkait dugaan korupsi pekerjaan proyek paket rehabilitasi jalan di Kabupaten Dairi yang diduga kuat korupsi berjamaha,’ ujar kordinator aksi Ridho Pasaribu. Selasa (1/11/22).
Ridho menambahkan, dampak dari korupsi tersebut menghambat pembangunan dan peningkatan pembangunan di kabupaten Dairi. Kami dari Ikatan Mahasiwa anti Korupsi sumatera utara meminta menangkap dan memproses dugaan korupsi pekerjaan proyek Paket Rehabilitasi Jalan. Kami dan masyarakat mengutuk keras permasalahan di kabupaten Dairi memberi cacat moral dan mental masyarakat serta generasi di kabupaten Dairi. Ujarnya.
Sebelumnya aksi yang sama juga dilakukan para mahasiswa, yang mengatasnamakan Center For Strategyc dan Nasional Education pada Senin 24-10- 22, dalam aksi tersebut gabungan mahasiswa meminta kepada Kapolda Sumut dan Kajati memanggil Kepala dinas BMBK karena disiyalir dalam pelaksaan proyek di dinas tersebut sarat dengan KKN yang berpotensi merugikan negara.
Sebanyak 11 proyek yang ada di kabupaten/ kota Sumatera Utara yang dilaksanakan rekanan di Dinas BMBK diduga bermasalah, (ali)


















































