Tuntasnews.net – Medan – Sembari bercerita terkait larangan tidak diperbolehkan lagi berjualan. Yulviyana pengelola kantin dilingkungan PT. Dhirga Surya Sumatera Utara mengkisahkan, tertanggal 29 Desember 2022, nanti sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan lantaran pihak perusahaan sudah memberikan surat pemberitahuan, hal tersebut membuat ibu yang sering membantu membagikan dagangannya untuk orang yang tidak punya uang mau makan.
Surat pemberitahuan tersebut, meminta pengelola kantin untuk dapat mengosongkan tempat berjualan. Tidak tahu lagi harus berkata, karena semua hidup dari usaha kantin untuk bertahan hidup, berharap, PT. Dhirga Surya memberikan solusi agar tetap bisa berjualan.
Ada kenangannya tersendiri, yang tidak bisa beliau lupakan, dimana pada saat jam atau waktunya makan siang, sembari berjualan Ibu Yulviyana kerap sekali bersedekah kepada kaum miskin kota yang membutuhkan untuk diberikan makanan olehnya.
“Setiap orang siapa saja yang membutuhkan uluran tangan kita wajib harus kita bantu,” ucapnya kepada awak media. Sabtu, (3/12/22).
Kenangan itu terlihat nyata, menceritakan kenangan saat berjualan di kantinnya “sejak saya berjualan ditengah kota metropolitan, disitulah saya mulai mengetahui sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sangatlah memprihatinkan, tergeraklah hati ini sembari berjualan di kantin itu banyak orang tua hingga anak-anak di sana sering saya berikan makan siang,” tuturnya.
Dengan tidak berjualannya lagi di kantin itu, Yulviana selalu teringat, “Kemana lah mereka, sudah makan siang apa belum?,” kenangnya menjelaskan kepada awak media sambil menetaskan air mata kesedian nya.
“Banyak orang berpikir, berdagang hanya ingin mengejar tabungan dunia atau kekayaan, ada yang lebih penting lagi menurut saya “kita wajib memikirkan tabungan untuk akhirat kelak,” ucap Yulviyana.
Apalagi seperti kami yang hanya berjualan dagangan berupa makanan dan minuman, “seberapa lah keuntungan kami, ingin mencari kekayaan bukanlah menjadi prioritas, ada hal yang terus saya kenang saat berjualan di kantin itu,” sedihnya menjelaskan ke awak media ini.
“Berapa lah keuntungan dari hasil jualan saya di kantin itu, rezeki yang datangnya dari Allah SWT harus wajib kita syukuri, “saya berupaya menabung untuk simpanan di akhirat kelak,” paparnya kepada awak media.
Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat, apalagi kepada saudara kita yang kelaparan membutuhkan makanan “saya menyempatkan untuk memberikan makanan dan minuman yang saya jual di kantin itu, “rutinitas bersedekah itu lah yang membuat saya sedih.
Setelah saya tidak bisa berjualan lagi, selalu terlintas dipikaran dan timbul kesedihan, “kemana lah mereka yang sering saya berikan makanan saat melintasi tempat jualan saya,” ucapnya kepada awak media ini, sambil meneteskan air mata. (ali)


















































