Pematangsiantar – Komunitas Cerita Siantar Dulu (CSD) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya di bulan suci Ramadan dengan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Jalan Ade Irma Suryani Nasution, Kota Pematangsiantar, dan diikuti oleh seluruh keluarga besar komunitas CSD.
Kegiatan berbagi takjil ini dimulai sejak pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB, dengan membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan, pengendara, serta masyarakat sekitar yang melintas di kawasan tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, bahkan banyak pengendara yang dengan tertib berhenti untuk menerima takjil yang dibagikan oleh para anggota komunitas.
Aksi sosial ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Cerita Siantar Dulu (CSD) setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus mempererat kebersamaan di antara anggota komunitas.
Para anggota CSD tampak kompak mengenakan atribut komunitas sambil menyapa masyarakat dengan penuh kehangatan. Mereka membagikan paket takjil yang berisi makanan dan minuman untuk berbuka puasa, sehingga dapat membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu maghrib.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi momen berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antaranggota komunitas Cerita Siantar Dulu yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Kota Pematangsiantar.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, seluruh anggota komunitas kemudian melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Krabat Kopi. Sebelum berbuka, para anggota terlebih dahulu mengikuti tausiah yang disampaikan oleh Ustad Ananda Siregar.
Dalam tausiah singkatnya, Ustad Ananda Siregar menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi di antara sesama, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Ia mengingatkan bahwa hubungan persaudaraan yang baik merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Menurutnya, menjaga silaturahmi bukan hanya sekadar saling berkunjung, tetapi juga menjaga kebersamaan, saling membantu, dan memperkuat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
“Silaturahmi adalah kunci keberkahan hidup. Dengan menjaga hubungan baik antar sesama, Allah akan melapangkan rezeki dan memanjangkan umur kita. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat persaudaraan,” ungkapnya dalam tausiah tersebut.
Setelah mendengarkan tausiah, seluruh anggota komunitas CSD kemudian melaksanakan buka puasa bersama dengan penuh kebersamaan. Momen tersebut menjadi ajang mempererat rasa kekeluargaan di antara para anggota yang hadir.
Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjemaah, yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa saat para anggota melaksanakan ibadah secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara sekaligus memohon keberkahan bagi seluruh anggota komunitas serta masyarakat Kota Pematangsiantar.
Melalui kegiatan ini, Cerita Siantar Dulu kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Semangat kebersamaan, solidaritas, serta kepedulian sosial menjadi nilai yang terus dijaga oleh komunitas ini.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan semakin mempererat hubungan antara anggota komunitas serta masyarakat luas, khususnya di Kota Pematangsiantar. Ramadan pun menjadi momentum yang tepat untuk menebar kebaikan, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. (YS)


















































