Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al Habsyi, menegaskan bahwa partainya tidak akan kembali mengusung Anies Baswedan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024, meski Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengubah aturan terkait Pilkada. PKS kini secara tegas mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Habib Aboe menyatakan bahwa hubungan politik antara PKS dan Anies Baswedan telah selesai, dan tidak ada rencana untuk kembali ke belakang.
“Sudah selesai dah urusan dalam politik itu, sudah selesai, lewat. Enggak ada mundur ke belakang,” ujarnya kepada awak media, Selasa (20/8/2024).
Keputusan ini muncul di tengah dinamika politik yang kian memanas menjelang Pilgub Jakarta 2024. Meski ada perubahan aturan dari MK yang memungkinkan partai dengan perolehan suara 7,5% di daerah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 6-12 juta dapat mengusung calon sendiri, PKS memilih untuk tidak kembali mendukung Anies dan fokus pada pasangan yang sudah mereka pilih.
Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang terdiri dari 12 partai yang lolos ke DPRD Jakarta dan menguasai 91 kursi, telah solid mendukung Ridwan Kamil dan Suswono. Dengan koalisi yang kuat ini, posisi PKS tampaknya semakin mantap untuk mendukung pasangan tersebut.
Sementara itu, perubahan aturan MK membuat partai-partai lain yang tidak tergabung dalam KIM Plus harus berjuang keras jika ingin mengusung calon sendiri. Beberapa partai kecil seperti Partai Buruh (1,09%), Ummat (0,71%), Hanura (0,34%), PKN (0,18%), dan PBB (0,21%) tidak berhasil lolos ke DPRD Jakarta dan tidak memenuhi syarat untuk mengusung calon dalam Pilgub.
Dengan situasi ini, PDIP menjadi satu-satunya partai yang memenuhi kriteria untuk mengusung calon gubernur, setelah meraih 14,01% suara di Jakarta. Hal ini menjadikan PDIP sebagai harapan terakhir bagi Anies Baswedan jika ingin maju dalam Pilgub Jakarta 2024.
Keputusan PKS untuk tidak mendukung Anies dan alih dukungan ke Ridwan Kamil dan Suswono semakin mempertegas posisi Anies yang kian sulit di Pilgub Jakarta. Tanpa dukungan dari PKS dan partai besar lainnya, langkah Anies untuk maju dalam kontestasi politik di Jakarta menjadi semakin menantang. Kini, semua mata tertuju pada PDIP sebagai satu-satunya partai yang masih memiliki peluang untuk mengusung Anies dalam Pilgub Jakarta mendatang. (Red)


















































