Badung, Bali – Puluhan simpatisan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (24/8/2024) sore. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang dianggap telah mengkhianati nilai-nilai yang diwariskan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Massa aksi, yang mayoritas mengenakan kaos Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah dicoret dengan tanda silang, membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman terhadap Muhaimin Iskandar. Beberapa spanduk yang dibawa bertuliskan, “Muhaimin Pengkhianat Gus Dur,” “Tangkap Muhaimin,” dan “Kembalikan PKB ke NU.” Selain itu, mereka juga meneriakkan yel-yel, “Bubarkan Muktamar,” sebagai bentuk protes terhadap arah yang diambil oleh PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin.
Tidak hanya menyuarakan tuntutan mereka, para demonstran juga membakar atribut-atribut PKB, termasuk spanduk dan bendera partai tersebut. Tindakan ini menunjukkan betapa kecewanya para simpatisan PBNU terhadap langkah politik yang diambil oleh Muhaimin, yang mereka anggap telah menjauhkan PKB dari prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh Gus Dur dan Nahdlatul Ulama.
Aksi ini berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan setempat untuk memastikan tidak terjadi bentrokan atau kerusuhan selama unjuk rasa. Meskipun demikian, suasana tegang masih terasa di sekitar lokasi aksi, terutama karena pembakaran atribut PKB yang dilakukan oleh massa.
Para simpatisan PBNU yang terlibat dalam aksi ini berharap agar tuntutan mereka didengar oleh para pemimpin PKB dan PBNU. Mereka mendesak agar PKB dikembalikan ke jalur yang sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai Gus Dur, serta meminta adanya tindakan tegas terhadap Muhaimin Iskandar yang mereka anggap telah mengkhianati warisan Gus Dur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PKB atau Muhaimin Iskandar terkait aksi unjuk rasa ini. Sementara itu, para demonstran berjanji akan terus melakukan aksi serupa jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. (Red)


















































