Jakarta – Pada Kamis, 5 September 2024, Ridwan Kamil (RK), calon gubernur (Cagub) yang digadang-gadang untuk maju dalam Pilgub Jakarta 2024, melakukan kunjungan ke kediaman mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pertemuan tersebut menarik perhatian publik, terutama terkait peran JK sebagai tokoh senior yang memiliki pengaruh besar dalam dunia politik Indonesia.
Dalam kunjungan itu, JK dilaporkan memberikan beberapa pesan khusus kepada RK terkait isu-isu krusial di Jakarta, seperti masalah kekumuhan, kemacetan, dan banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Ibu Kota. Pesan tersebut seolah memberi sinyal bahwa JK memiliki harapan besar terhadap kemampuan Ridwan Kamil untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang selama ini sulit teratasi oleh para pemimpin sebelumnya.
JK dan Ridwan Kamil: Jejak Dukungan di Masa Lalu
Menariknya, hubungan antara JK dan Ridwan Kamil bukanlah sesuatu yang baru. Jika menelusuri ke belakang, Jusuf Kalla tercatat beberapa kali memberi sinyal positif terhadap kandidasi Ridwan Kamil di berbagai ajang politik sebelumnya. Pada Pilwalkot Bandung 2013, JK dikabarkan mendukung penuh Ridwan Kamil yang akhirnya memenangkan pemilihan tersebut dan menjadi Wali Kota Bandung. Kemudian, saat RK mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat dalam Pilgub 2018, JK juga memberikan dukungan moral yang signifikan.
Dukungan Jusuf Kalla yang terus mengalir kepada Ridwan Kamil sepanjang perjalanan politiknya tentu menjadi sorotan. Lantas, apakah ini menjadi indikasi bahwa JK akan kembali mendukung RK dalam Pilgub Jakarta 2024? Jika demikian, dukungan JK bisa menjadi dorongan besar bagi RK untuk meraih simpati masyarakat Jakarta, mengingat pengaruh besar yang dimiliki JK, terutama di kalangan masyarakat Sulawesi dan mereka yang pernah mendukung Anies Baswedan, mantan Gubernur Jakarta.
Potensi Dukungan dari Pendukung Anies Baswedan
Satu hal yang menjadi perhatian utama adalah apakah dukungan JK kepada Ridwan Kamil bisa menjadi “gerbang” bagi para pendukung Anies Baswedan untuk beralih mendukung RK. Anies Baswedan, yang pernah didukung oleh Jusuf Kalla pada Pilgub Jakarta 2017, memiliki basis pendukung yang kuat di Jakarta. Jika JK secara terbuka memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil, ini bisa menjadi momentum bagi RK untuk mendapatkan simpati dari kelompok yang sebelumnya loyal kepada Anies.
Namun, hal ini tidak serta-merta menjamin dukungan otomatis dari para pendukung Anies kepada Ridwan Kamil. Meskipun JK memiliki pengaruh besar, keputusan politik di Jakarta sangat dinamis. Basis pendukung Anies sebagian besar berasal dari kalangan yang menginginkan pemimpin yang berorientasi pada program-program populis dan reformasi birokrasi. RK, meski memiliki rekam jejak baik dalam pengelolaan kota dan infrastruktur, perlu menunjukkan bahwa dirinya mampu melanjutkan atau bahkan memperkuat program-program yang dulu digagas Anies.
Isu Krusial yang Perlu Dijawab Ridwan Kamil
Pesan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam pertemuan tersebut menggarisbawahi tiga masalah utama di Jakarta: kekumuhan, kemacetan, dan banjir. Ketiga masalah ini sudah lama menjadi sorotan dan kerap menjadi indikator penilaian publik terhadap keberhasilan pemimpin daerah.
– Kekumuhan : Jakarta sebagai kota metropolitan menghadapi masalah perkampungan padat dan permukiman kumuh. Program-program urban renewal yang pernah dicoba belum sepenuhnya berhasil menyelesaikan masalah ini. RK sebagai arsitek berpengalaman memiliki potensi untuk memberikan solusi yang inovatif, seperti yang ia lakukan di Bandung dan Jawa Barat.
– Kemacetan :Kemacetan menjadi masalah klasik di Jakarta, dan berbagai upaya, termasuk pembangunan infrastruktur transportasi massal seperti MRT dan LRT, belum sepenuhnya mampu mengatasi masalah ini. RK perlu mempersiapkan program transportasi yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas transportasi publik.
– Banjir: Masalah banjir di Jakarta sudah menjadi masalah tahunan. Ridwan Kamil, yang pernah menangani banjir di Bandung, diharapkan bisa membawa solusi berbasis teknologi dan tata kelola air yang lebih baik untuk menanggulangi banjir di Jakarta.
Apakah JK Akan Menjadi “Kingmaker” di Pilgub Jakarta 2024?
Jika dukungan JK kepada Ridwan Kamil benar-benar terwujud, hal ini dapat mengubah konstelasi politik di Pilgub Jakarta. Sebagai tokoh senior yang memiliki jaringan politik yang luas, dukungan JK bukan hanya memberikan legitimasi moral kepada RK, tetapi juga bisa menarik berbagai kalangan, termasuk dari kalangan bisnis dan masyarakat urban yang menginginkan pemimpin yang berpengalaman dan pragmatis.
Namun, Ridwan Kamil tetap harus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak di Jakarta, termasuk partai-partai politik dan tokoh-tokoh lokal lainnya. Jakarta adalah medan politik yang kompleks, dan keberhasilan RK dalam Pilgub 2024 akan sangat bergantung pada kemampuannya menggalang dukungan luas serta menjawab tantangan-tantangan nyata yang dihadapi oleh kota ini.
Dukungan Jusuf Kalla bisa menjadi titik awal yang baik, namun perjalanan Ridwan Kamil menuju kursi gubernur Jakarta masih panjang dan membutuhkan strategi yang matang serta komitmen yang kuat dalam menghadapi berbagai isu strategis di ibu kota. (Red)


















































