Simalungun – Rumah Baca Pelita Bangsa kembali berhasil melaksanakan program tahunan Indonesia Children Camp Jilid II, yang kali ini mengusung tema “Alam Raya Sekolahku.” Kegiatan yang berlangsung di Panei Tongah pada Sabtu hingga Minggu, 26-27 Oktober 2024 ini diikuti oleh 50 anak yang menjadi bagian dari rumah baca tersebut.
Acara ini diawali dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan orang tua, Kapolsek, Koramil, Kepala Sekolah, Ketua Panitia, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun. Mereka memberikan motivasi dan nasihat berharga kepada anak-anak yang hadir sebagai peserta kemah.
Francius Sipayung, selaku founder Rumah Baca Pelita Bangsa, secara resmi membuka acara dengan semangat membangun generasi muda yang berwawasan luas dan peduli lingkungan. “Kegiatan ini menjadi momen penting bagi anak-anak untuk belajar dari alam, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan cara yang kreatif dan edukatif,” ungkap Francius dalam sambutannya.
Setelah pembukaan, anak-anak langsung terlibat dalam berbagai lomba, seperti lomba menggambar dan mewarnai, lomba kreativitas, lomba membaca pidato, serta lomba menulis cerita. Semua kegiatan berjalan serentak dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang sangat menikmati prosesnya. Pada malam harinya, anak-anak dihibur dengan pemutaran dan bedah film “Tuhan Minta Duit,” di mana mereka berkesempatan berdiskusi tentang nilai-nilai moral yang terkandung dalam film tersebut.
Keesokan harinya, acara dimulai dengan senam pagi dan dilanjutkan dengan long march di sekitar Panei Tongah, dipandu oleh koordinator acara. Anak-anak kemudian berkesempatan untuk berenang di kolam Agave dengan menggunakan bus yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Puncak acara berlangsung pada malam terakhir, di mana seluruh peserta bersama panitia menyalakan api unggun sebagai simbol kebersamaan. Malam tersebut juga diisi dengan refleksi bersama, memberikan waktu bagi anak-anak dan panitia untuk berbagi pengalaman serta harapan ke depannya.
Francius Sipayung, dalam pernyataannya, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya melihat antusiasme anak-anak yang tak pernah surut selama kegiatan berlangsung. “Saya sangat bahagia dengan berlangsungnya Indonesia Children Camp kedua ini, sekaligus bangga dengan anak-anak yang terus setia belajar bersama kami di Rumah Baca,” katanya.
Francius juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, termasuk para mahasiswa dari KSPM, GMKI, PMKRI, serta berbagai lembaga pemerintah dan tokoh masyarakat yang terlibat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kami berharap Rumah Baca Pelita Bangsa terus mendapat dukungan agar bisa memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Salah satu panitia, Enzastia Siburian, mengaku sangat bangga dengan pencapaian kegiatan ini. “Melihat proses yang tidak mudah namun bisa berjalan sukses hingga akhir acara adalah kebanggaan tersendiri. Semangat anak-anak dan kerjasama tim panitia luar biasa,” ucap Enzastia.
Pada akhir kegiatan, para pemenang lomba diumumkan dan diberikan hadiah serta bingkisan. Acara ditutup dengan makan bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi.
Francius menutup acara dengan harapan besar agar kegiatan serupa bisa terus berlanjut, memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan mendapat dukungan lebih banyak dari berbagai pihak. “Semoga ke depannya, Rumah Baca Pelita Bangsa tetap menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” pungkasnya.
Dengan keberhasilan ini, Indonesia Children Camp Jilid II tidak hanya menjadi ajang pembelajaran dan kreativitas, tetapi juga memperkuat komitmen Rumah Baca Pelita Bangsa dalam membangun generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (Fendi)


















































