Pematangsiantar-tuntasnews.net – Warga Kota Pematangsiantar dikejutkan dengan fenomena alam berupa hujan es disertai angin kencang, Selasa (23/9/2025) sore, sekitar pukul 17.40 WIB. Peristiwa yang berlangsung hampir 30 menit itu menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah.
Awalnya cuaca di Pematangsiantar terasa panas terik. Namun, dalam hitungan menit, suhu mendadak berubah dingin. Butiran es berjatuhan menimpa atap rumah warga. Suara dentuman es yang menghantam seng terdengar keras, menambah rasa cemas masyarakat yang mengalaminya.
Di beberapa ruas jalan, pengendara memilih menepi untuk menghindari risiko. Sejumlah mobil tampak berhenti di tepi jalan hingga situasi kembali mereda. “Kencang sekali anginnya, ditambah hujan es. Saya memilih berhenti daripada membahayakan diri,” ujar Fitriansyah seorang pengendara yang ditemui di kawasan Jalan Kartini.
Sekitar pukul 18.00 WIB, kondisi cuaca berangsur normal dan hujan kembali turun seperti biasanya. Meski demikian, fenomena ini masih menyisakan kekhawatiran bagi warga.

Menurut penjelasan ilmiah, hujan es terjadi akibat proses konveksi kuat pada awan cumulonimbus. Udara hangat dan lembap naik dengan cepat ke lapisan atmosfer yang sangat dingin hingga membentuk butiran es. Butiran ini berulang kali naik-turun, menempel satu sama lain hingga membesar, lalu akhirnya jatuh ke bumi ketika tidak lagi mampu ditahan oleh angin.
Tidak disarankan untuk langsung mengonsumsi es dari hujan es karena di dalam es mengandung polutan berbahaya dari udara, polutan atmosfer seperti debu, partikel industri, dan gas-gas berbahaya yang menempel pada kristal es.
Fenomena hujan es sendiri terbilang jarang terjadi di Kota Pematangsiantar, sehingga kehadirannya menjadi perhatian khusus. (BARA)


















































