P. Siantar – Masyarakat mengeluhkan pelayan Perumda Tirtauli yang bobrok kepada pelanggan. Hal tersebut terlihat bermacam komenter dari netizen mengenai perusahan Badan Usaha MIlik Daerah (BUMD) pemerintah kota Pematang Siantar melalui media sosial.
Berbagai komentar negatif dari netizen tentang ketidakpuasaan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu netizen menyebutkan, “Tolong dong, air dirumah kami kenapa jadi sering mati..? Padahal dulu gak pernah begini. Hidup juga lama kali, masa jam 4 sore baru hidup, mati lagi di jam 5 sore baru hidup lagi di jam 8 malam? Cuman 1 Jam make air mana bisa pak…!! Gitu terus siklus nya, besok hari nya pun hidupnya di jam 3 sore lagi. Mohon di percepat perbaikan nya kalo emang ada yang rusak,” tulis akun Christina Aquileira Manik.
Lebih lanjut, diakun Handini Pertiwi menyebutkan,”uda hampir 1 bulan air mati di rumah hidup hanya dari jam 10 malam sampai jam 5 pagi selebihnya mati. tolonglah pak di perbaiki. Dan yang mati air hanya untuk 1 saluran aja. yang lain tidak kena dampak,” komenter netizen yang merasa heran karena hanya satu saluran tidak hidup, sementara aliran ditempat lain normal.
Komentar lebih parah lagi ditulis akun Eva Myd, Bayar air mahal, udah jam se-siang ini belum juga hidup, orang mau mandi mau ibadah pun gak bisa, dimana semua otak kalian, tulisnya.
Keluhan lain juga ditulis akun may xieregar, PAM sudah mati sampai 4 hari di daerah jl.gurilla Kr ,RT2. Dikarenakan ada proyek pembuatan jalan tol, tetapi tidak ada tindakan sama sekali. Kami telepon ke nomor aduan tidak ada respon. Lalu kami harus mengadu kemana, setidaknya ada respon perbaikan!, tulis akun tersebut.
Banyaknya ulasan mengenai pelayanan kepada pelanggan, ketua Komunitas warga Madani Pematang Siantar, Mhd Efendi Harahap menyikapi keluahan tersebut. BUMD Pemerintah kota Pematang Siantar khususnya Perumda Nauli. Meminta walikota kota Susanti agar mengevaluasi kinerja menejemen Perumda Nauli.
“Banyaknya keluhan warga terhadap BUMD yang satu ini yang dinilai warga pelayanannya buruk seharusnya bisa menjadi acuan bagi Walikota untuk segera mengganti Jajaran manajemen Perumda Tirtauli,” ujar Efendi kepada awak media ini, Kamis (10/08/2023).
Menurutnya, pelayanan Perumda Tirtauli segera diperbaiki dan meminta para petingginya untuk mundur jika memang tidak mampu menangani Badan Usaha Milik Daerah ini.
“Mundur sajalah jika tidak mampu kalau hanya akhirnya nantinya semakin membawa kehancuran bagi Perusahaan,” tegasnya. (Andy Alfiano)


















































