KARO – Bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Karo semakin memanas. Seiring dengan semakin dekatnya pemilihan, manuver politik kian gencar dilakukan oleh berbagai pihak. Lobi-lobi pengusungan kandidat mulai terasa di tengah masyarakat, dan partai-partai politik (parpol) saling berebut lumbung suara untuk merebut simpati pemilih. Para pasangan calon (paslon) menggaungkan berbagai program unggulan mereka demi menarik perhatian masyarakat.
Namun, di tengah euforia pesta demokrasi ini, muncul kabar yang mengejutkan. Bupati Karo, Cory Sebayang, yang tidak berhasil maju dalam pilkada karena tidak diusung oleh partainya (Gerindra), dikabarkan mengarahkan para kepala desa se-Kabupaten Karo untuk memenangkan salah satu paslon. Kabar ini menyebar di tengah masyarakat dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah beberapa kepala desa menyatakan adanya kabar tentang rencana pengumpulan kepala desa untuk mendukung satu paslon tertentu. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan mengenai kebenaran isu tersebut.
“Memang kemarin ada isu-isu ke kami, kepala desa. Katanya semua kepala desa akan dikumpulkan agar memenangkan salah satu paslon. Tapi sampai sekarang ini belum jelas info itu,” ujar sejumlah kepala desa yang enggan disebutkan namanya, Senin (09/09/2024) di Kabanjahe.
Kabar ini pun menambah tensi politik di Kabupaten Karo. Beberapa pihak mulai mempertanyakan netralitas kepala desa dan pejabat daerah dalam pilkada ini. Jika benar terjadi, tindakan tersebut tentu akan bertentangan dengan prinsip netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) dan para kepala desa yang seharusnya tidak berpihak dalam pemilihan umum.
Sementara itu, Cory Sebayang belum memberikan tanggapan terkait isu yang menyebut dirinya mengarahkan kepala desa untuk mendukung salah satu paslon. Di sisi lain, tim sukses dari berbagai paslon yang maju dalam pilkada ini terus berupaya menggalang dukungan dan simpatik dari masyarakat.
Banyak warga berharap agar proses pilkada ini berlangsung secara jujur, adil, dan demokratis. Mereka menginginkan agar para pemangku kepentingan, termasuk kepala desa, bersikap netral dan tidak terlibat dalam upaya penggalangan dukungan untuk kepentingan tertentu. Warga juga menantikan agar pihak terkait, seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), melakukan pengawasan ketat terhadap jalannya pilkada di Kabupaten Karo ini.
Dengan semakin memanasnya situasi politik di Karo, masyarakat berharap pilkada ini dapat berlangsung damai dan dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi daerah tersebut. (Red)


















































