Jakarta – Acara diskusi bertema “Silaturahmi Kebangsaan Diaspora” yang diselenggarakan di Hotel Grand Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi, dibubarkan paksa oleh sekelompok orang tak dikenal. Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan pakar hukum tata negara Refly Harun, berakhir ricuh setelah puluhan orang yang mayoritas mengenakan topi dan masker merusak properti dan memaksa acara tersebut dihentikan.
Dalam rekaman video yang diterima, puluhan orang tak dikenal tersebut terlihat melakukan tindakan perusakan dengan mencopot banner acara secara paksa. Mereka juga mengambil tiang besi dan memukulkannya ke salah satu meja di ruang acara. Sambil berteriak, mereka memaksa peserta untuk membubarkan diri, dengan seruan, “Bubar hey! Bubar, bubar!” yang terdengar jelas di video tersebut.
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol Edy Purwanto, mengungkapkan bahwa polisi awalnya sedang melakukan pengamanan terhadap unjuk rasa yang digelar di depan Hotel Grand Kemang. Unjuk rasa tersebut berlangsung bersamaan dengan acara diskusi yang berlangsung di dalam hotel. Namun, sekelompok orang tak dikenal tersebut berhasil masuk ke dalam hotel melalui pintu belakang, yang tidak terpantau oleh pihak kepolisian.
“Kami sedang fokus pada pengamanan unjuk rasa di luar hotel, kemudian mendapat informasi bahwa ada sekelompok orang tak dikenal masuk lewat pintu belakang,” ujar Edy saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Sabtu sore.
Edy juga menegaskan bahwa massa yang melakukan perusakan itu tidak terkait dengan kelompok pengunjuk rasa yang ada di luar hotel. “Massa yang melakukan pengerusakan itu masuk secara tiba-tiba. Kami tidak mengetahui kegiatan yang sedang berlangsung di dalam karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada kami, baik dari Polsek maupun Polres,” ungkapnya.
Massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 25 orang. Saat ini, polisi tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku perusakan dan mengembangkan penyelidikan lebih lanjut.
“Polres Metro Jakarta Selatan bersama Satreskrim akan melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap para pelaku perusakan ini,” tambah Kompol Edy.
Pihak penyelenggara acara belum memberikan komentar resmi mengenai kejadian tersebut, sementara pengamanan di lokasi kini semakin diperketat untuk menghindari kemungkinan kericuhan lebih lanjut. Polisi meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor guna membantu penyelidikan. (Red)


















































