Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan pada impor beras dengan menggencarkan program setop boros pangan.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 30 persen total pangan di Indonesia terbuang setiap tahunnya. Angka ini setara dengan pemenuhan pangan untuk 60-125 juta rakyat Indonesia.
“Kalau kita bisa menghemat 20 persen saja itu luar biasa. Berarti kita akan bisa menghemat sekitar 6 juta ton. 6 juta ton itu luar biasa, bisa memberi makan kepada sekitar 60 sampai 80 juta jiwa,” ujar Sarwo Edhy.
Program setop boros pangan ini dianggap sebagai salah satu langkah efektif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor beras, serta memastikan ketersediaan pangan yang lebih stabil bagi masyarakat.
Dengan penghematan pangan, Indonesia tidak hanya bisa mengurangi impor, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan nasional secara signifikan. ( Tim )


















































