Pematangsiantar – Komunitas Cerita Siantar Dulu (CSD) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menggelar aksi tanggap bencana bagi masyarakat yang terdampak bencana alam longsor dan banjir bandang di wilayah Batangtoru dan sekitarnya, Kabupaten Tapanuli Selatan. Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata solidaritas CSD terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah alam.
Bantuan kemanusiaan tersebut diberangkatkan pada hari Selasa, 16 Desember 2025, menggunakan bus milik CSD menuju Sipenggeng, Batangtoru, dengan titik tujuan di kediaman salah seorang keluarga besar CSD, Dharma Bakti Siregar / Choky, yang menjadi lokasi singgah dan koordinasi sebelum bantuan disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak.
Adapun bantuan yang dibawa oleh rombongan CSD terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan sandang yang sangat dibutuhkan para korban bencana, dengan rincian sebagai berikut:
• Beras ukuran 5 kilogram sebanyak 65 zak
• Supermi sebanyak 20 kotak
• Air mineral sebanyak 31 kotak
• Pakaian dalam sebanyak 6 lusin
• Pakaian bekas layak pakai sebanyak 14 kotak/karung
Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dan kepedulian keluarga besar Cerita Siantar Dulu (CSD) beserta para donatur yang dengan tulus menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu meringankan beban para korban bencana.

Rombongan yang mengantarkan langsung bantuan ke lokasi bencana terdiri dari jajaran pengurus dan anggota CSD, yakni Wakil Ketua M. Yusuf Harahap, Sekretaris Jenderal Ir. Tafid D. Putra, Bendahara Rudiansyah, SE, serta anggota Jamal Tanjung dan Hardi. Kehadiran para pengurus ini menunjukkan keseriusan CSD dalam memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sampai langsung ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Ketua CSD, M. Yusuf Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan tanggap bencana ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial komunitas terhadap kondisi kemanusiaan di daerah terdampak. Ia menegaskan bahwa CSD tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga berkomitmen untuk berperan aktif membantu masyarakat dalam situasi darurat.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak longsor dan banjir bandang di Batangtoru. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali,” ujar M. Yusuf Harahap.
Sementara itu, Ketua Cerita Siantar Dulu (CSD) Yudi Siregar, SH, MH, yang dihubungi secara terpisah, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan penyaluran bantuan tersebut. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pengurus dan anggota CSD yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengantarkan bantuan secara langsung ke titik bencana.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian para pengurus yang turun langsung ke lapangan. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang selama ini menjadi kekuatan Cerita Siantar Dulu. Terima kasih juga kepada seluruh donatur dan keluarga besar CSD yang telah berpartisipasi,” ujar Yudi Siregar.
Lebih lanjut, Yudi Siregar berharap aksi kemanusiaan ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut peduli terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Ia juga mendoakan agar masyarakat Batangtoru dan sekitarnya diberikan ketabahan, kesehatan, serta kekuatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka pascabencana.
Bantuan dari Cerita Siantar Dulu (CSD) ini rencananya akan disalurkan kepada warga yang paling terdampak bencana longsor dan banjir bandang di wilayah Batangtoru dan sekitarnya, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam masa pemulihan. Dengan semangat bersahabat, solid, dan kompak, CSD terus berkomitmen hadir dan berbagi untuk kemanusiaan. (YS)


















































