Jambi – Setelah ribuan anggota DPC GRIB Jaya Muaro Jambi sebelumnya mengundurkan diri secara massal, kini giliran Ketua DPC GRIB Jaya Kota Jambi, Herri Efrizal, bersama ratusan anggotanya, yang menyatakan mundur dari organisasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Ketua GRIB Jaya Provinsi Jambi. Herri Efrizal mengungkapkan bahwa keputusan tersebut didasari oleh ketidakcocokan visi dan misi antara dirinya dengan Ketua GRIB Jaya Provinsi Jambi.
“Kami merasa tidak lagi sejalan dengan kepemimpinan di tingkat provinsi. Visi dan misi yang kami perjuangkan tidak sejalan dengan kebijakan yang saat ini berjalan,” ujar Herri dalam konferensi pers di Jambi, Selasa (22/1).
Dalam aksi tersebut, ratusan anggota GRIB Jaya Kota Jambi turut serta menunjukkan kekecewaan mereka dengan mencopot atribut organisasi secara simbolis. Hal ini menjadi bentuk protes terhadap dinamika internal yang dianggap tidak lagi mendukung semangat kebersamaan dan keberlanjutan organisasi.
Herri Efrizal juga memastikan bahwa sekretariat GRIB Jaya Kota Jambi, yang selama ini digunakan sebagai pusat kegiatan organisasi, akan segera dikosongkan. “Kami tidak ingin ada konflik lebih jauh. Segala fasilitas yang selama ini digunakan oleh organisasi akan kami serahkan kembali,” tambahnya.
Pengunduran diri massal ini memicu sorotan publik terhadap stabilitas internal GRIB Jaya di Provinsi Jambi. Langkah serupa yang dilakukan oleh anggota DPC Muaro Jambi sebelumnya menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi organisasi ini.
Pengamat politik lokal, Dr. Rizal Fahmi, menilai bahwa konflik internal ini dapat memengaruhi citra dan eksistensi GRIB Jaya di masa mendatang. “Ketika ada gelombang pengunduran diri seperti ini, masyarakat akan mempertanyakan arah dan visi organisasi. Ini bukan sekadar masalah personal, tetapi mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas di dalam tubuh GRIB Jaya,” katanya.
Hingga saat ini, pihak GRIB Jaya Provinsi Jambi belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, berbagai pihak mendesak agar konflik internal segera diselesaikan demi menjaga kepercayaan anggota dan publik terhadap organisasi.
Pengunduran diri massal ini menjadi catatan penting bagi GRIB Jaya untuk segera melakukan evaluasi kepemimpinan dan konsolidasi internal, guna mengembalikan stabilitas dan kepercayaan di tingkat anggota maupun masyarakat. (Red)


















































