Murid SD di Kabupaten Langkat terpaksa mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dengan meminjam laptop pribadi guru, sementara puluhan Chromebook bantuan Kementerian Pendidikan pada era Nadiem Makarim justru rusak massal dan terbengkalai.
Ironi pendidikan di Kabupaten Langkat kembali terkuak. Di SDN 055995 Desa Sido Mulyo, Kecamatan Binjai, dari 15 unit Chromebook bantuan pemerintah, 14 di antaranya rusak dan hanya satu yang bisa dipakai. Akibatnya, pelaksanaan ANBK pada 22–25 September 2025 dan gelombang lanjutan 27–28 September, berlangsung dengan mengandalkan laptop pribadi guru.
“Untuk memperbaiki satu unit saja butuh Rp1 juta. Kerusakan sudah sejak setahun lalu, tapi dana perbaikan tidak ada,” ujar operator sekolah, Amri.
Kepala sekolah, Ida, mengakui kondisi itu dan membantah tudingan bahwa kerusakan terjadi akibat kelalaian guru. Menurutnya, meskipun perangkat sempat boleh dibawa pulang oleh guru, kebijakan itu diambil karena pihak sekolah khawatir bantuan tersebut hilang jika disimpan di sekolah yang dinilai kurang aman.
Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan tidak bisa dilakukan sekaligus. “Mau tidak mau, kami pinjam laptop guru agar ANBK bisa tetap berjalan,” kata Ida.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Gembira Ginting, justru menyatakan bahwa penggunaan laptop pribadi guru bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. “Tidak usah malu. Dana perbaikan memang harus dari BOS, dan tidak mungkin sekaligus. Tetapi manfaat Chromebook besar sekali bagi ANBK,” ungkapnya.
Meski begitu, Gembira meminta Kabid SD untuk segera mendata kerusakan dan memperbaiki Chromebook yang ada, sembari menegaskan bahwa Dinas tidak bisa menganggarkan biaya perbaikan karena barang itu langsung dari Kementerian Pendidikan. “Kalau sampai rusak banyak, kepala sekolah jangan menunggu, segera perbaiki,” tambahnya.
Kabid SD, Fajar Kurniawan, mengakui hingga kini pihaknya belum memiliki data pasti jumlah total bantuan Chromebook yang tersebar di sekolah-sekolah Langkat. Ia berjanji akan mendata dan menyampaikan informasi, namun hingga berita ini diturunkan data tersebut belum juga diterima redaksi.
Sementara itu, K3S Zul Aminurasyd Harahap memastikan di wilayahnya, enam sekolah termasuk SDN 055995 Sidomulyo, dengan total 90 unit Chromebook masih berfungsi baik. “Tidak ada yang hilang dan semua normal,” katanya.
Di sisi lain, kasus pengadaan Chromebook di tingkat pusat kini tengah menjadi perhatian aparat penegak hukum. Plt Kadis Pendidikan Langkat bahkan mengaku seluruh kepala sekolah di wilayahnya telah dipanggil untuk dimintai keterangan. (TIM)


















































