Ponorogo – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa nasi jagung bisa menjadi alternatif bahan pokok dalam program makan bergizi gratis. Program ini merupakan salah satu inisiatif andalan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk periode 2024-2029.
Muhadjir mengungkapkan hal ini usai panen raya jagung varietas Hibrida 212 di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, pada 3 Agustus 2024, seperti dilansir dari Antaranews. “Karena memang semestinya program makan siang gratis ini harus memberikan pendidikan generasi tentang diversifikasi pangan,” ujar Muhadjir.
Menurutnya, karbohidrat tidak hanya bisa didapatkan dari beras, tetapi juga dari berbagai sumber makanan lain yang memiliki nilai gizi tinggi. “Sebaiknya makan gratis ini harus memberikan pendidikan generasi tentang diversifikasi pangan,” tambahnya.
Muhadjir juga berjanji akan mengajukan konsep makan bergizi gratis dengan pilihan nasi jagung kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Ia berharap dengan demikian, sumber daya lokal bisa dimanfaatkan secara optimal dan masyarakat bisa lebih mengenal serta mengapresiasi berbagai alternatif sumber pangan yang ada.
Program makan bergizi gratis ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendidik generasi muda tentang pentingnya diversifikasi pangan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber makanan saja, melainkan juga mengenal dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada.
Upaya ini juga diharapkan bisa mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pemanfaatan hasil panen mereka dalam program pemerintah. (Red)


















































