Singkawang ,Tuntasnews.net -Dalam era modern ini, pendidikan keagamaan menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk karakter siswa. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang telah menyadari pentingnya penguatan karakter siswa dalam keagamaan, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang beriman dan berakhlak mulia.
Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan karakter siswa dalam keagamaan adalah melalui program-program keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Program-program ini dapat berupa kegiatan keagamaan rutin, seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Quran, dan ceramah keagamaan.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang itu dibuka langsung oleh Wali Kota Tjhai Chui Mie di Rumah Adat Melayu, Kamis (26/2/2026).
Festival yang berlangsung hingga 28 Februari 2026 tersebut diikuti 200 siswa SD dan SMP se-Kota Singkawang. Kegiatan dipusatkan pada dua agenda utama, yakni Pesantren Kilat dan berbagai lomba keagamaan lintas iman.

Selain itu, sekolah juga dapat mengadakan kegiatan keagamaan yang lebih variatif, seperti pesantren kilat, bakti sosial, dan pengumpulan donasi untuk fakir miskin. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya meningkatkan iman dan takwa siswa, tapi juga membantu mereka memahami nilai-nilai keagamaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan karakter siswa dalam keagamaan juga dapat dilakukan melalui pembelajaran akidah akhlak di sekolah. Pembelajaran ini dapat membantu siswa memahami ajaran-ajaran agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia Kota Singkawang yang mengedepankan nilai-nilai karakter religius.
“Karakter itu penting, kalau karakter mereka baik, maka masa depan bangsa kita nanti di segala bidang apapun pasti berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Singkawang, Safari Hamzah, menekankan pentingnya menjadikan kegiatan keagamaan sebagai fondasi utama dalam pembangunan karakter peserta didik.

Safari menambahkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, peran guru tetap tidak tergantikan dalam menanamkan nilai-nilai norma dan adab kepada siswa.
“Sekarang kalau bicara kemampuan intelektual dan pengetahuan serta informasi apapun, siswa kita sudah banyak memperolehnya melalui teknologi. Tapi teknologi itu tak akan bisa mengajarkan dan menanamkan pada siswa kita tentang nilai akhlak dan adab,” ujarnya
Dengan demikian, penguatan karakter siswa dalam keagamaan menjadi salah satu kunci untuk membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Sekolah dan lembaga pendidikan harus terus meningkatkan program-program keagamaan dan memberikan contoh yang baik kepada siswa, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang diharapkan.(Bernix)


















































