Tuntasnews.net – Medan – ketua LSM Penjara PN Sumatera Utara Zulkifli yang didampingi sekretarisnya Johan Merdeka akhirnya mendatangi kantor Balai Sarana dan Prasarana Sumatera Utara di Jl. Sisingamaraja Medan, baru-baru ini.
Kedatangan ketua LSM Penjara ke kantor kementerian PUPR Cipta karya itu menindaklanjuti pemberitaan di salah satu media, situasi terkait pelaksanaan proyek peningkatan kawasan kumuh kota Medan tersebut.
Menurut Zulkifli bahwa proyek yang bernilai miliaran rupiah itu, dilihat secara kasat mata masih banyak terkendala, seperti jalan trotoar yang dianggap membahayakan keselamatan anak-anak saat berjalan. Belum lagi proses pembuat taman, yang diduga tidak sesuai Spek.
Begitu juga dengan taman yang ayunan besi sudah mulai berkarat. Sehingga sangat diragukan kualitas tentang pembangunan tersebut. Dan kami menduga ada konsfirasi dalam pengerjaan proyek tersebut.
LSM Penjara PN Sumut yang diterima oleh PPTK Balai Serta dan Prasarana tersebut diruang tunggu kantor itu. Pihak balai mengakui tidak memiliki ruangan khusus dalam menerima kunjungan dari lembaga manapun.
PPTK Balai yang didampingi oleh bebrapa orang staf itu menjelaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti tentang kantor perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut.
“kami hanya menjalankan tugas, sebagaimana yang telah ditentukan. Bahwa PT. Tigalapan yang disebut-sebut sebagai pemenang proyek itu, tidak pernah kami tahu dimana alamatnya yang lengkap. Namun setahu kami kantor perusahaan itu berada di Lampung Utara, terangnya.
Sedangkan secara langsung kami juga belum ada melakukan kunjungan dan peninjauan ke kantor tersebut, terangnya. Ketidakpuasan jawaban itu, Zulkifli yang didampingi Johan Merdeka, mendesak agar dapat diketemukan dengan pihak terkait termasuk kepala Balai dan pemenang tender perusahaan itu dalam hal ini PT Tigalapan.
Kantor Kementerian PUPR Direktoral Jenderal Cipta Karya Balai Sarana dan prasarana Sumatera Utara ini, sejak dulunya tidak memiliki kantor yang tetap, bahkan selalu berpindah-pindah.
Bahkan yang lebih ironisnya lagi kantor tersebut, diduga menumpang dengan pihak Swasta PT Nidya karya, sedangkan Plang mereka hanya tertuliskan kementerian PUPR Direktoral Jenderal Cipta karya berada di dinding gedung tersebut, sulit dilihat oleh publik.
PPTK Nur yang biasa dipanggil , hanya menjelaskan secara sekilas dan berjanji akan menyampaikan aspirasi LSM Penjara PN kepada kepala Balai Syafriel Tamsil. Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada kepala Balai, tegasnya.
LSM Penjara PN, dalam pertemuan kemarin tidak mengerahkan massa sebagaimana biasanya. Menginat hal ini, masih dalam tingkat koordinasi untuk mencari solusi tentang pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Hari ini kita tidak mengerahkan massa yang banyak, karena kita masih mencari solusi untuk memonitoring pelaksanaan proyek tersebut, terang Zulkifli, yang diamini Johan Merdeka.
“Mungkin nanti setelah ini, jika aspirasi kami tidak mendapatkan tanggapan oleh pihak terkait, mungkin juga persoalan ini akan kami teruskan kepada Instansi yang berwenang,” jelasnya.
Bisa juga kami sampaikan kepada KPK, untuk segera mengusut proyek yang kami anggap tidak sesuai dengan Spek, serta perusahaan yang memiliki alamat yang tidak lengkap bisa dipercaya untuk mengerjakan proyek bernilai miliaran rupiah itu, Pungkasnya.(red).


















































