Washington – Dalam kampanye terbarunya (14/07/24) Donald Trump, calon Presiden Amerika Serikat, mengklaim bahwa dirinya telah tertembak di bagian telinga. Trump menyatakan ia mendengar “suara berdesing” dan merasakan “peluru merobek kulit” saat insiden tersebut terjadi.
“Saya mendengar suara berdesing di telinga saya dan merasakan peluru merobek kulit,” kata Trump di hadapan para pendukungnya. “Ini adalah serangan yang sangat serius, dan saya akan memastikan bahwa pelakunya diadili.”
Menurut laporan Dinas Rahasia, serangan tersebut tidak hanya mencoba membunuh Trump, tetapi juga menewaskan satu orang di antara kerumunan. Dua orang lainnya mengalami luka kritis akibat insiden ini.
Seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengatakan kepada BBC bahwa ia melihat seorang pria dengan senapan di atap dekat area kampanye sebelum tembakan terdengar. “Saya melihat seorang pria dengan senapan di atap, kemudian saya mendengar suara tembakan,” ujar saksi mata tersebut.
Pihak berwenang sedang melakukan investigasi intensif terhadap insiden ini. Belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas pelaku, dan keamanan di sekitar kampanye Trump diperketat.
Meskipun mengalami insiden tersebut, Trump bertekad untuk melanjutkan kampanyenya dan berjanji akan tetap berjuang demi kemenangan dalam Pemilihan Presiden AS yang akan datang.
Pihak keamanan kampanye Trump dan Secret Service belum memberikan komentar resmi terkait klaim ini. Informasi lebih lanjut diharapkan segera dirilis setelah investigasi lebih mendalam dilakukan.
Kejadian ini menambah ketegangan dalam kampanye pemilihan presiden yang sudah memanas, dengan pendukung dan penentang Trump terus memantau perkembangan berita ini dengan seksama. (Tim)


















































