Washington – Tersangka penembakan Donald Trump saat kampanye pemilu presiden Amerika Serikat dilaporkan tewas. Menurut laporan dari Deadline, tersangka diidentifikasi oleh beberapa media sebagai Matthew Crooks, seorang pria berusia 20 tahun dari Pennsylvania.
Agen khusus Federal Bureau of Investigation (FBI), Kevin Rojek, menyatakan bahwa pihaknya belum mengidentifikasi motif dari aksi tersebut. “Kami hampir mendapatkan identifikasi itu, dan segera setelah kami 100 persen yakin dengan siapa orang itu, kami akan membagikannya kepada pers,” kata Rojek dalam pernyataan yang dilansir Deadline pada Minggu, 15 Juli 2024.
Kejadian penembakan tersebut terjadi saat Donald Trump tengah berkampanye. Dalam insiden tersebut, Trump mengklaim dirinya tertembak di bagian telinga dan merasakan “peluru merobek kulit”. Selain mencoba membunuh Trump, serangan ini juga menewaskan satu orang di antara kerumunan dan melukai dua orang lainnya secara kritis.
Seorang saksi mata pada pawai tersebut mengungkapkan kepada BBC bahwa ia melihat seorang pria dengan senapan di atap dekat lokasi sebelum tembakan terdengar. “Saya melihat seorang pria dengan senapan di atap, kemudian saya mendengar suara tembakan,” ujar saksi mata tersebut.
Investigasi mengenai insiden ini masih berlangsung, dan pihak berwenang terus berupaya mengungkap semua detail terkait serangan tersebut. Keamanan di sekitar kampanye Trump diperketat, dan publik menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini.
Dengan situasi yang semakin memanas, insiden ini menambah ketegangan dalam kampanye pemilihan presiden yang sudah penuh gejolak. Pendukung dan penentang Trump terus memantau perkembangan berita ini dengan seksama. ( Tim )


















































