Singkawang,Tuntasnews.net – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kota Singkawang terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di wilayah Kota Singkawang. Pengawasan dilakukan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta memastikan seluruh aktivitas orang asing sesuai dengan aturan keimigrasian yang berlaku.
Kegiatan operasi gabungan Timpora dipimpin oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singkawang dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya unsur kepolisian, TNI, Badan Kesbangpol, BIN, hingga aparat intelijen daerah. Operasi dilakukan dengan menyasar hotel, penginapan, dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal warga negara asing.
Penguatan Timpora dinilai sangat penting
Mengingat kota Singkawang merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kalimantan Barat di kunjungi oleh wisatawan mancanegara dalam perayaan cap go meh . Selain itu kota Singkawang memiliki letak geografis yang sangat strategis turut mendorong peningkatan mobilitas WNA di sektor perdagangan dan investasi .
Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, dalam sambutannya menekankan bahwa daya tarik Singkawang sebagai kota toleran dan pusat budaya telah meningkatkan mobilitas internasional, terutama pasca pengembangan Bandara Singkawang.
”Singkawang sangat terbuka bagi investor dan wisatawan mancanegara. Namun, keterbukaan ini wajib dibarengi dengan pengawasan yang ketat demi menjaga ketertiban umum,” tegas Dwi Yanti.
Ia juga menggarisbawahi beberapa poin penting terkait teknis pengawasan di lapangan:
1. Tanggung Jawab Kolektif: Pengawasan WNA bukan hanya beban Imigrasi, melainkan kolaborasi lintas instansi.
2. Peran Masyarakat: Pemilik penginapan dan warga diimbau segera melapor jika menemukan aktivitas WNA yang mencurigakan atau menyalahi izin tinggal.
3. Pendekatan Humanis: Meski tegas dalam aturan, pengawasan harus tetap menghormati adat istiadat dan budaya lokal.
Senada dengan Sekda, Kabid Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Azriyal Zam menyatakan bahwa TIMPORA merupakan “garda terdepan” dalam menjaga kedaulatan wilayah.
Singkawang memang kota yang cukup ramai dikunjungi WNA karena letaknya dekat perbatasan dan punya banyak event budaya seperti Cap Go Meh yang mendunia. Karena itu peran Timpora jadi penting untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan pariwisata dan keamanan daerah.
“Kita memerlukan sistem yang terintegrasi. TIMPORA bukan sekadar wadah kumpul, tapi sarana pertukaran informasi dan deteksi dini agar setiap dinamika di lapangan bisa direspons dengan cepat,” ungkap Azriyal.
(MB)


















































