SINGKAWANG Tuntasnews.net – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat komitmen pelestarian bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong perlindungan bahasa ibu sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa yang harus dijaga lintas generasi.
Pelestarian bahasa ibu bukan sekadar upaya mempertahankan kosakata dan cara berkomunikasi, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta jati diri masyarakat. Karena itu, keterlibatan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.
Balai Bahasa Provinsi Kalbar dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi melalui Kombel Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Singkawang menyelenggarakan
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Bahasa Melayu jenjang SD/MI dan SMP/MTs.
Festival Tunas Bahasa Ibu, dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar Dr. Uniawati.,S.Pd.,M.Hum. Kepala Disdikbud Kota Singkawang H. Asmadi, S.Pd.,M.Si. Kadis Perpusip Kota Singkawang, Abdul Hadi, S.Sos. Kepala bidang- bidang di lingkungan Disdikbud, Pengawas SD dan SMP, Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Pemangku adat DPD MABM Kota Singkawang, para kepala sekolah, serta sponsorship.
Usai acara, Kepala Balai Bahasa Pemprov Kalbar Uniawati nyatakan apresiasi, inisiatif yang telah diselenggarakan Pemerintah Kota Singkawang.
“Saya atas nama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah kota singkawang dalam hal ini dinas pendidikan dan kebudayaan kota singkawang yang telah menyelenggarakan festival Tunas Bahasa ibu, ” kata Uniawati, menanggapi.
Melalui FTBI, para pelajar mendapatkan ruang untuk mengenal, mempelajari, dan menunjukkan kemampuan berbahasa daerah melalui berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda dalam menggunakan bahasa ibu, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
.
Usai acara, Kepala Balai Bahasa Pemprov Kalbar Uniawati nyatakan apresiasi, inisiatif yang telah diselenggarakan Pemerintah Kota Singkawang.
“Saya atas nama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah kota singkawang dalam hal ini dinas pendidikan dan kebudayaan kota singkawang yang telah menyelenggarakan festival Tunas Bahasa ibu, ” kata Uniawati, menanggapi.
Sinergi antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat dan Disdikbud juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat pembinaan bahasa daerah melalui satuan pendidikan. Guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memperkenalkan bahasa ibu kepada anak-anak sejak dini.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh bahasa asing, keberadaan bahasa daerah menghadapi tantangan tersendiri. Jika tidak digunakan dan diwariskan secara berkelanjutan,bahasa ibu berisiko semakin jarang dikenal oleh generasi berikutnya.
Dalam upaya melindungi Bahasa daerah khususnya Bahasa daerah melayu di Kota Singkawang. FTBI sebutnya, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan revitalisasi Bahasa daerah melayu yang telah dimulai sejak awal tahun 2026. Melibatkan beberapa Kabupaten/Kota diantaranya selain Kota Singkawang juga Kab. Sambas dan juga Bengkayang sebagai wilayah tutur bahasa melayu dialek Sambas.
Alhamdulillah bahwa ternyata dari serangkaian upaya perlindungan Bahasa daerah yang telah kami laksanakan, pihak pemerintah Singkawang melalui dinas pendidikan dan kebudayaan kota singkawang menindaklanjuti upaya itu. Dengan menyelenggarakan siaran langsung FTBI tingkat kota untuk menjaring wakil-wakil yang nantinya tentu akan dipercaya untuk mengikuti ajang serupa di tingkat Provinsi pada tanggal 17 November tahun ini (2026) nantinya, InsyaAllah” kata Uniawati menerangkan.
Oleh sebab itu, FTBI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau ajang perlombaan semata. Lebih dari itu, festival ini menjadi sarana membangun kesadaran bersama bahwa bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang memiliki nilai penting bagi keberlangsungan identitas masyarakat.
Masih dalam semangat menyemarakkan hari jadi Pemkot Singkawang yang 25, bertepatan dengan hari semarak bulan bahasa dan sastra. Kadis Dikbud Kota Singkawang H. Asmadi mengatakan, disdikbud berkolaborasi dengan Balai Pelestarian bahasa dan sastra Indonesia dari kemendikdasmen, menyelenggarakan FTBI.
Festival tersebut, kata dia, adalah upaya pelestarian, pemajuan dan perlindungan bahasa ibu.
Dan juga dalam rangka menpersiapkan tim Kota Singkawang yang akan mengikuti iven yang sama di tingkat Provinsi. Yang InsyaAllah dilaksanakan ditanggal 17 November, ” ujar Asmadi menjelaskan.
Dari banyaknya kegiatan-kegiatan pembinaan generasi muda, menyiapkan sumber daya manusia, apakah itu budaya, bahasa maupun pengembangan penguatan karakter, di dunia pendidikanlah fokus utama untuk menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen pelestarian bahasa ibu juga membutuhkan dukungan berkelanjutan melalui pembelajaran di sekolah, kegiatan literasi, pengenalan sastra daerah, serta pembiasaan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi kekuatan kita adalah kolaboraai. Kita juga bekerjasama dengan DPD MABM Kota Singkawang dan Disperpusip Kota Singkawang dan Dewan Pendidikan, dalam rangka memperkuat literasi dan numerasi. Terutama bahasa, ” ungkap Asmadi.
Dengan kolaborasi yang kuat antara Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Disdikbud, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat, pelindungan bahasa ibu diharapkan semakin nyata dan menjangkau generasi muda secara luas.
Bahasa ibu adalah warisan, identitas, sekaligus jembatan antargenerasi. Melalui FTBI, semangat menjaga bahasa daerah diharapkan terus tumbuh sehingga kekayaan bahasa dan budaya Kalimantan Barat tetap hidup, dikenal, dan dibanggakan oleh generasi mendatang.
(Bernix)


















































