Jakarta – Kabar duka menyelimuti masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Gorontalo. Tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jakarta. Kepergian pengusaha sukses sekaligus politisi Partai NasDem tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat Gorontalo yang selama ini mengenalnya sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pembangunan daerah.
Rachmat Gobel merupakan salah satu tokoh berpengaruh yang dikenal luas sebagai pengusaha nasional sekaligus politisi. Dalam perjalanan karier politiknya, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, setelah resmi dilantik beberapa waktu lalu. Selain memimpin partai di tingkat provinsi, ia juga masih aktif menjalankan amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Gorontalo.
Di parlemen, Rachmat Gobel bertugas sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VI DPR RI serta menjadi anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP). Sebelumnya, ia juga pernah mengemban jabatan strategis sebagai Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) pada periode 2019–2024.
Kepergian Rachmat Gobel mengejutkan banyak pihak. Salah satunya adalah fungsionaris DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, Roni Imran, yang mengaku tidak menyangka kabar duka tersebut akan datang begitu cepat.
“Kami sangat kaget dengan berita duka ini, sebab pada Kamis (9/7) malam masih sempat berkomunikasi dengan beliau dan melaporkan berbagai hal,” ujar Roni yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPW Partai NasDem Gorontalo.
Menurut Roni, komunikasi dengan Rachmat Gobel merupakan hal yang rutin dilakukan hampir setiap hari, baik saat berada di Gorontalo maupun ketika beliau berada di Jakarta.
“Saya cukup aktif berkomunikasi dengan beliau baik secara langsung maupun melalui telepon. Terakhir malam tadi masih sempat berkomunikasi. Tidak ada tanda-tanda beliau akan meninggal dunia,” ungkapnya.
Roni mengaku saat ini berada di rumah duka di Jakarta untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini menjadi panutan bagi kader Partai NasDem di Gorontalo. Ia turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus membacakan Surat Yasin di samping jenazah almarhum.
“Kami semua kehilangan seorang pemimpin yang sangat peduli terhadap masyarakat Gorontalo. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Roni.
Kepergian Rachmat Gobel juga menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Gorontalo. Selama bertahun-tahun, ia dikenal aktif mendorong pembangunan daerah, baik melalui dunia usaha maupun kebijakan politik yang berpihak kepada kemajuan Gorontalo.
Salah seorang warga Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rosdian, mengaku sangat berduka mendengar kabar wafatnya Rachmat Gobel. Menurutnya, masyarakat baru saja menikmati berbagai hasil pembangunan yang diinisiasi oleh almarhum.
“Baru saja kami bersuka cita menikmati karya beliau di Limboto. Seperti menata Taman Pentadio Resort, memperindah Menara Pakaya dengan banyak lampu-lampu yang membuat menara itu semakin megah. Saya sangat berduka atas kepergian beliau,” tutur Rosdian.
Rosdian mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa sedihnya atas berpulangnya salah satu putra terbaik Gorontalo tersebut. Ia berharap jenazah Rachmat Gobel dapat dimakamkan di tanah kelahirannya agar masyarakat memiliki kesempatan memberikan penghormatan terakhir.
“Kami berharap beliau dimakamkan di Gorontalo. Beliau putra daerah yang memiliki andil besar membangun Gorontalo,” katanya.
Selain dikenal sebagai politisi, Rachmat Gobel merupakan figur pengusaha nasional yang telah lama berkiprah dalam dunia industri Indonesia. Pengalamannya di dunia bisnis menjadi bekal penting saat memasuki dunia politik, terutama dalam memperjuangkan kebijakan yang berkaitan dengan industri, perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi nasional.
Di mata masyarakat Gorontalo, sosok Rachmat Gobel tidak hanya dipandang sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan kemajuan daerah asalnya. Berbagai program pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan wisata, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perhatian yang selama ini diberikan kepada Provinsi Gorontalo.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Almarhum meninggalkan seorang istri, Retno Damayanti, serta dua orang anak.
Hingga berita ini ditulis, keluarga masih mempersiapkan rangkaian prosesi pemakaman. Sementara itu, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh politik, pejabat negara, kader Partai NasDem, hingga masyarakat luas yang mengenang dedikasi serta pengabdian almarhum bagi bangsa dan daerah kelahirannya.
Kepergian Rachmat Gobel menjadi kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya bagi masyarakat Gorontalo yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras, pemimpin yang dekat dengan rakyat, serta tokoh yang memiliki komitmen kuat dalam membangun daerah dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. (Red)


















































