SINGKAWANG, TuntasNews.Net — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Dwi Yanti, menghadiri sekaligus bertindak sebagai mentor bagi peserta dari Kota Singkawang dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XXXII Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Tengkawang 2, Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (7/10/2026).
Kehadiran Dwi Yanti dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kota Singkawang terhadap pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat pimpinan tinggi yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Dalam pelatihan kepemimpinan ini, para peserta dituntut untuk mampu merancang proyek perubahan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan pelatihan, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Proyek perubahan diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, sekaligus mendorong peningkatan efektivitas dan kualitas pelayanan publik.
Empat peserta dari Pemerintah Kota Singkawang yang mengikuti PKN Angkatan XXXII tersebut adalah Abdul Hadi, S.Sos., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang; Ardiansyah, S.T., M.T., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Singkawang; Desy Iliyanti, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Kota Singkawang; serta Ir. Arfani, S.T., M.T., Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang.
Keempat pejabat tersebut berasal dari perangkat daerah dengan bidang tugas yang berbeda. Karena itu, rancangan proyek perubahan yang disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan persoalan sesuai dengan kewenangan masing-masing perangkat daerah, baik dalam penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan ketenagakerjaan, maupun pengembangan sektor pertanian, ketahanan pangan, dan perikanan.
Sebagai mentor, Sekda memiliki peran penting dalam memberikan arahan, masukan, serta pendampingan agar rancangan proyek perubahan yang disusun peserta selaras dengan prioritas pembangunan daerah dan kebutuhan organisasi.
Pendampingan tersebut juga diperlukan untuk memastikan gagasan inovasi dapat direncanakan secara realistis, memiliki tujuan yang jelas, serta berpeluang diterapkan secara berkelanjutan.
Seminar rancangan proyek perubahan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran kepemimpinan. Pada tahap ini, peserta mempresentasikan gagasan perubahan yang dirancang untuk mendapatkan masukan dan penyempurnaan sebelum memasuki tahapan implementasi.
Dengan demikian, kualitas perencanaan menjadi faktor penting agar proyek yang diusulkan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diwujudkan menjadi program kerja yang memberikan dampak bagi organisasi.
Melalui keikutsertaan empat kepala perangkat daerah tersebut dalam PKN Angkatan XXXII, Pemerintah Kota Singkawang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kepemimpinan birokrasi yang inovatif, adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Penguatan kapasitas kepemimpinan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya terobosan baru dalam tata kelola pemerintahan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan kepemimpinan tidak hanya diukur dari selesainya seluruh tahapan pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan para peserta menerapkan pengetahuan dan gagasan yang diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan dukungan mentor dan komitmen organisasi, proyek perubahan yang dirancang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja Pemerintah Kota Singkawang serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. (AS)


















































