TuntasNews.Net – SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT – Perumda Air Minum Gunung Poteng Kota Singkawang memetakan sejumlah zona yang suplai airnya belum optimal., Selasa ( 20-Oktober-2026).
Perumda juga mengajukan usulan prioritas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) 2026 kepada Komisi V DPR RI, Pemerintah Kota, DPRD, dan mitra swasta untuk memperbaiki layanan.
Dengan proyeksi penduduk 252.069 jiwa dan target cakupan 60 persen, Singkawang membutuhkan pasokan 606,83 liter per detik. Produksi riil baru 255,30 liter per detik, sehingga terdapat selisih (gap) 351,53 liter per detik. Cakupan layanan saat ini sekitar 30,95 persen dengan 26.876 pelanggan aktif.
Zona terdampak berada di Singkawang Utara (Sungai Garam), Singkawang Barat, dan Singkawang Tengah (Bukit Batu dan Sungai Wie). Kapasitas dan pasokan IPA 1 dan IPA 2 belum mencukupi, dengan kekurangan sekitar 75 liter per detik di IPA 1 dan sekitar 20 liter per detik di IPA 2.
Di IPA Semelagi, air baku melimpah sehingga diperlukan tambahan IPA 37 liter per detik dan peningkatan diameter pipa.
IPA 3 mencatat surplus sekitar 60 liter per detik.
Perumda menyebut sejumlah penyebab utama. Pertama, air baku untuk IPA 1 dan IPA 2 kurang. Kedua, kapasitas IPA 1 dan IPA 2 juga belum mencukupi. Ketiga, mayoritas pipa distribusi berdiameter 150 milimeter sehingga hanya mampu menyalurkan 10–25 liter per detik. Di Semelagi, air baku sungai melimpah, tetapi terkendala kapasitas pipa.
Selain itu, debit IPA 3 Roban turun dari 120 menjadi 70–80 liter per detik akibat kerusakan impeller pompa transmisi.
“Peningkatan diameter pipa distribusi menjadi langkah penting yang perlu dilakukan,” demikian disampaikan Perumda.
Perumda menyusun 11 program prioritas dengan estimasi kajian Rp609,9 miliar.
Programnya meliputi jaringan distribusi utama, penambahan dan peningkatan kapasitas IPA, intake, serta booster air baku.
Dukungan dibagi ke empat jalur: Komisi V DPR RI untuk jaringan utama dan IPA, Pemkot dan DPRD untuk seluruh jaringan distribusi bagi (39 lokasi, 36,8 kilometer, Rp32,85 miliar) melalui APBD bertahap, serta kerja sama bisnis (B2B) dengan swasta.
Perumda menegaskan angka tersebut masih indikatif dan akan diverifikasi melalui DED serta RAB/HPS. Program yang sudah berjalan tidak dihitung ulang sebagai permintaan anggaran baru.
Direktur Perumda Air Minum Gunung Poteng Kota Singkawang, H. Suriandi, S.P., berharap hasil analisis penyebab kurang optimalnya aliran air tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Analisis itu telah disampaikan kepada DPRD Kota Singkawang dalam audiensi bersama Komisi II pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 13.30 WIB.
“Harapan saya, apa yang sudah dianalisis dan disampaikan kepada DPRD Kota Singkawang dalam audiensi dengan Komisi II kemarin dapat segera menemukan solusi secepatnya, walaupun secara bertahap,” ujar Suriandi.
Sumber : Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Gunung Poteng Kota Singkawang –
( H.Suriandi, S.P.. )


















































