Pematangsiantar-tuntasnews.net – Suasana duka menyelimuti Perumahan Karang Sari Permai (Kasper), Jalan Mawar IV, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Selasa (13/10/2026).
Seorang pemuda berusia 23 tahun berinisial IS ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sendiri.
Korban yang diketahui bekerja sebagai barista di salah satu kafe di kawasan Siantar Barat itu ditemukan ayahnya dalam kondisi tergantung pada tali ayunan anak di dalam rumah.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke depan rumah nomor 10 untuk mengetahui kejadian yang menggemparkan itu.
Petugas kepolisian yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.

Sejumlah kejanggalan sebelum penemuan jasad korban mulai terungkap dari keterangan tetangga dan keluarga.
Febri, salah seorang tetangga korban, mengatakan kondisi rumah korban tidak seperti biasanya sejak Sabtu malam (10/10/2026). Lampu rumah yang umumnya menyala pada malam hari justru terlihat padam.
“Biasanya lampunya hidup kalau malam. Tapi sejak Sabtu malam lalu, rumahnya sudah gelap gulita. Berbeda dari biasanya,” ungkap Febri di lokasi kejadian.
Kecurigaan juga dirasakan Herbet Silalahi, ayah korban yang berusia 60 tahun. Pada Minggu (11/10/2026), ia sempat mendatangi rumah anaknya karena ingin memastikan kondisinya.
Namun, saat itu pintu rumah terkunci rapat dan tidak ada jawaban dari dalam. Melihat keadaan rumah yang gelap, Herbet mengira anaknya sedang berada di luar.
Karena masih merasa khawatir, ia kembali mendatangi rumah tersebut pada Selasa siang.
Kali ini, Herbet mencium aroma tak sedap dari dalam bangunan. Saat mengintip melalui celah jendela, ia melihat lalat hijau mengerubungi bagian dalam rumah.

Perasaan cemas membuatnya berusaha membuka pintu secara paksa. Betapa terkejutnya Herbet ketika mendapati putra bungsunya sudah tidak bernyawa.
“Pintu langsung saya dobrak. Begitu terbuka, sudah ada lalat hijau di dalam. Pas saya cek ke kamar, anak saya sudah tergantung. Saya langsung teriak histeris,” tuturnya dengan kesedihan mendalam.
Kabar meninggalnya IS membuat suasana di sekitar rumah semakin pilu. Ketika istri korban tiba di lokasi, tangis dan jeritan histeris pecah setelah mengetahui suaminya telah meninggal dunia. Ia bahkan dilaporkan pingsan akibat terpukul oleh kejadian tersebut.
Menurut keterangan tetangga, istri korban diketahui telah meninggalkan rumah beberapa hari sebelumnya. Kepergian itu disebut berkaitan dengan persoalan rumah tangga yang telah berlangsung sebelumnya.
Meski demikian, penyebab pasti peristiwa tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, Herbet mengungkapkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan IS terjadi pada Sabtu sore (10/10/2026).
Dalam percakapan itu, korban sempat menceritakan persoalan keuangan yang sedang dihadapinya, termasuk masalah utang.
“Dia ada cerita kalau lagi ada masalah utang. Katanya sih utangnya tidak begitu besar,” ujar Herbet saat berada di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, menunggu proses penanganan jenazah.
Keluarga menduga persoalan ekonomi turut menjadi salah satu beban yang dihadapi korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian.
Kepergian IS meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama ayah, istri, dan anaknya yang masih membutuhkan kehadirannya.
Pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban pada Rabu (14/10/2026), sembari menunggu abang alm yang belum sampai.(BARA)


















































