Medan — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak Selasa malam, 25 November 2025, menyebabkan banjir besar di sejumlah kawasan, termasuk di Jalan S. Parman Gang Pasir. Salah satu fasilitas yang paling terdampak parah adalah Musholla Baiturrahim, sebuah rumah ibadah yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan warga sekitar.
Banjir yang merendam kawasan itu sejak dini hari Rabu, 26 November 2025, tidak hanya merusak rumah-rumah warga, tetapi juga membuat Musholla Baiturrahim mengalami kerusakan sangat berat. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, bangunan musholla tampak porak-poranda, dindingnya roboh terbawa arus, dan hampir seluruh struktur bangunan tidak lagi berdiri tegak. Yang tersisa hanyalah bagian kubah yang terlihat miring dan tidak beraturan, menjadi saksi bisu dahsyatnya terjangan banjir kali ini.
Ketua Mualaf Center Kampung Madras, Muhammad Saleh Arifin, langsung turun ke lokasi pada Rabu pagi untuk memantau kondisi warga dan kerusakan fasilitas umum. Ia menyampaikan rasa pilunya saat melihat musholla yang selama ini menjadi tempat beribadah, mengaji, dan berkumpulnya masyarakat kini hancur lebur.

“Musholla Baiturrahim adalah tempat kami melaksanakan sholat lima waktu, kegiatan pengajian, dan berbagai aktivitas keagamaan lainnya. Kondisinya sekarang benar-benar memprihatinkan, hanya kubahnya yang tampak tergeletak tidak beraturan. Kami sangat terpukul,” ujar Arifin dengan nada haru.
Ia juga menyampaikan harapan besar kepada Wali Kota Medan, Rico Waas, agar dapat segera berkunjung ke kawasan terdampak, khususnya warga Gang Pasir yang menderita akibat banjir. Menurut Arifin, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan nyata.
“Kami berharap Pak Wali Kota bisa turun langsung melihat keadaan warga di Gang Pasir. Kerusakan di sini luar biasa. Kami mohon bantuan dari Pemko Medan untuk membantu meringankan beban masyarakat dan mendukung pembangunan kembali musholla kami,” ucapnya.

Selain itu, Arifin juga mengajak umat Muslim di Kota Medan dan seluruh kaum muslimin-muslimat di manapun berada untuk ikut memberikan bantuan. Ia menegaskan bahwa Musholla Baiturrahim memiliki peran penting bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat.
“Kami memohon dengan sangat kepada saudara-saudara seiman, semoga dapat tergerak hatinya untuk membantu pembangunan kembali Musholla Baiturrahim. Musholla ini akan kembali menjadi tempat ibadah dan kegiatan umat, jika kita bersama-sama peduli,” tambahnya.
Banjir kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Kota Medan. Selain merendam jalanan dan permukiman, arus air yang kuat juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum. Warga berharap hujan segera mereda dan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan dapat segera mengalir.
Sementara itu, warga Jalan S. Parman Gang Pasir masih berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa dan membersihkan area sekitar sambil menunggu langkah tanggap darurat dari pihak terkait. Musholla Baiturrahim yang selama ini menjadi pusat syiar Islam di lingkungan tersebut kini menyisakan kenangan pahit namun juga semangat untuk bangkit kembali.
Harapan mereka sederhana: Musholla Baiturrahim dapat berdiri lagi, dan kehidupan warga Gang Pasir dapat pulih seperti sediakala. ( YS )


















































