Pematangsiantar – Komunitas Cerita Siantar Dulu (CSD) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan sosial Jumat Barokah dengan membagikan nasi kotak kepada para jemaah yang baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Amaliyah, Jalan Pendeta Wismar Saragih, Desa Suka Damai, Kota Pematangsiantar, pada Jumat, 10 Juli 2026.
Kegiatan yang telah menjadi program rutin Cerita Siantar Dulu (CSD) ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Sesaat setelah pelaksanaan Sholat Jumat berjemaah usai, para pengurus CSD membagikan nasi kotak kepada para jemaah yang keluar dari area masjid. Pembagian dilakukan dengan tertib dan disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal Cerita Siantar Dulu (CSD), Ir. Tafid D. Putera, serta Ustad Jamaluddin Siregar, yang secara langsung ikut membagikan nasi kotak kepada para jemaah. Kehadiran para pengurus menunjukkan komitmen CSD untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat dan mempererat hubungan sosial.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat saat para pengurus menyapa para jemaah sambil menyerahkan nasi kotak. Senyum dan ucapan syukur dari masyarakat menjadi gambaran bahwa kegiatan sederhana tersebut mampu menghadirkan kebahagiaan serta memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan.
Salah seorang jemaah yang baru selesai melaksanakan Sholat Jumat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Cerita Siantar Dulu (CSD).
“Terima kasih kepada Cerita Siantar Dulu (CSD) yang telah memberikan nasi kotak kepada kami. Semoga seluruh pengurus dan anggota CSD diberikan kesehatan, dimudahkan rezekinya, dan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan. Nasi kotak ini akan kami bawa pulang untuk dimakan bersama keluarga di rumah,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Cerita Siantar Dulu (CSD), Yudi Siregar, SH, MH, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kembali program Jumat Barokah yang selama ini menjadi salah satu agenda sosial rutin organisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian CSD kepada masyarakat sekaligus sebagai sarana untuk berbagi rezeki dan mempererat tali silaturahmi dengan warga.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kegiatan Jumat Barokah kembali dapat terlaksana dengan baik. Program ini merupakan kegiatan rutin Cerita Siantar Dulu (CSD) yang kami laksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Kami berharap apa yang kami berikan dapat menjadi berkah, memberikan manfaat, dan membawa kebahagiaan bagi para jemaah,” ujar Yudi Siregar.
Yudi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Cerita Siantar Dulu (CSD) yang terus memberikan dukungan sehingga kegiatan sosial tersebut dapat berjalan secara konsisten.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar Cerita Siantar Dulu (CSD) yang telah berdonasi dan memberikan dukungan dengan penuh keikhlasan. Berkat kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh anggota, kegiatan Jumat Barokah ini dapat terus berlangsung secara rutin dan berkesinambungan. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yudi menegaskan bahwa Cerita Siantar Dulu (CSD) tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat Pematangsiantar, tetapi juga berkomitmen menjalankan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Program Jumat Barokah merupakan salah satu bentuk implementasi nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi semangat organisasi.
Melalui kegiatan tersebut, Cerita Siantar Dulu (CSD) berharap budaya berbagi dan semangat saling membantu dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. CSD juga mengajak seluruh anggotanya untuk terus menjaga kekompakan serta melanjutkan berbagai kegiatan sosial yang telah menjadi ciri khas organisasi.
Dengan terlaksananya kembali Jumat Barokah di Masjid Amaliyah, Cerita Siantar Dulu (CSD) membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak harus diwujudkan melalui hal-hal yang besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti berbagi makanan kepada mereka yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang diharapkan terus menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di Kota Pematangsiantar. ( YS )



















































