Pematangsiantar-tuntasnews.net – Pihak Intelijen Korem 022/PT kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Simalungun. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada malam hari, Tim Intel Korem mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan.
Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu (08/11/2025), sejumlah barang bukti ditemukan, antara lain narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,1 gram, tiga buah handphone, uang tunai sebesar Rp 2.750.000, tiga buah bong (alat untuk menghisap sabu), satu bungkus plastik besar, tiga buah tas selempang, serta dua buah dompet.
“Tim Intel Korem 022/PT berhasil mengamankan dua orang tersangka, yaitu Gunadi Prayogo dan Aldinur, yang merupakan Bandara besar diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba dalam skala besar. Mereka langsung dibawa ke kantor Korem untuk diperiksa lebih lanjut,” kata salah satu sumber dari internal Korem.
Pihak Korem 022/PT mengonfirmasi bahwa penggerebekan tersebut dilakukan pada pukul 23.00 WIB, dengan membawa kedua tersangka ke kantor Korem tepat setelahnya.
Namun, penggerebekan ini meninggalkan sejumlah pertanyaan yang tak terjawab, terutama terkait dengan keberadaan barang bukti dan keterangan warga setempat.
Satu Gram Sabu untuk Bandar Besar? Meskipun tersangka yang diamankan diketahui sebagai pemain besar dalam peredaran narkoba, jumlah sabu yang ditemukan cukup mengejutkan. Hanya 1,1 gram sabu ditemukan dalam penggerebekan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini benar-benar hanya sisa atau barang bukti yang lebih besar tersembunyi?
Waktu Penangkapan yang Tak Sesuai dengan Informasi Warga Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi penggerebekan menyatakan bahwa waktu penangkapan yang dilaporkan oleh pihak Korem berbeda dengan yang mereka ketahui. Beberapa warga mengatakan bahwa mereka melihat gerakan Tim Intel lebih awal, jauh sebelum waktu yang disebutkan. Hal ini membuat sebagian warga mempertanyakan keakuratan informasi yang dirilis kepada media.
Dalam laporan resmi yang diterbitkan oleh Intel Korem, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk menelusuri jaringan yang lebih luas. Meskipun demikian, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dugaan pihak-pihak lain yang terlibat dalam peredaran narkoba ini.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk terus bekerja sama dengan aparat keamanan dalam memberantas peredaran narkoba, yang sudah menjadi masalah serius di berbagai daerah. (BARA)


















































