Oleh : Yudi Hasmir Siregar, SH, MH saat ini berprofesi sebagai Advokat di kota Medan
Dari Sebuah Kerinduan Menjadi Persaudaraan Abadi
Setiap komunitas besar selalu memiliki kisah awal yang sederhana. Begitu pula dengan Komunitas Cerita Siantar Dulu (CSD), sebuah komunitas yang lahir bukan karena kepentingan ekonomi, politik, ataupun kekuasaan, melainkan karena kerinduan akan persahabatan, kenangan masa lalu, dan kecintaan terhadap Kota Pematangsiantar.
Kota Pematangsiantar merupakan salah satu kota yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sosial, pendidikan, budaya, dan perdagangan di Sumatera Utara. Pada era 1980-an hingga 1990-an, kota ini menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya ribuan anak muda yang menjalin persahabatan tanpa mengenal perbedaan suku, agama, maupun latar belakang keluarga.
Generasi yang tumbuh pada masa itu masih merasakan suasana kehidupan yang penuh kebersamaan. Mereka bermain di lapangan terbuka hingga menjelang magrib, bersepeda mengelilingi kota, belajar bersama di sekolah, mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan olahraga, serta menikmati kehidupan sosial yang sangat erat.
Waktu kemudian membawa mereka ke jalan kehidupan masing-masing. Ada yang menjadi pengusaha, pegawai negeri, profesional, akademisi, politisi, maupun pekerja di berbagai bidang. Banyak di antara mereka yang meninggalkan Kota Pematangsiantar untuk merantau dan membangun kehidupan di berbagai daerah di Indonesia.
Namun sejauh apa pun mereka melangkah, kenangan tentang Kota Pematangsiantar tidak pernah hilang dari ingatan.
Cerita tentang masa sekolah, sahabat lama, lapangan tempat bermain, pusat jajanan, bioskop, dan berbagai sudut kota selalu menjadi bahan obrolan yang menghadirkan nostalgia.
Dari rasa rindu itulah lahir gagasan untuk membangun sebuah wadah yang dapat mempertemukan kembali para sahabat lama yang pernah tumbuh dan besar bersama di Kota Pematangsiantar.
Pertemuan yang Menjadi Sejarah
Pada awal tahun 2022, komunikasi di antara sejumlah sahabat lama semakin intens. Berbagai pertemuan kecil dan percakapan melalui telepon maupun media sosial melahirkan satu pemikiran yang sama, yaitu perlunya sebuah komunitas yang dapat menjadi rumah bersama bagi putra-putri Siantar generasi 1980-an dan 1990-an.
Gagasan tersebut dimotori oleh:
* Yudi Siregar
* Koni Ismail Siregar
* Rudiansyah
* Dolly Damanik
* Jamal Tanjung
* Dahman Bakara
* Iwa Harahap
* Muliono
* M. Efendy Harahap
Mereka memiliki kesamaan visi bahwa persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Setelah melalui berbagai komunikasi dan diskusi, akhirnya disepakati untuk mengadakan pertemuan di kawasan Silampuyang, Kabupaten Simalungun.
Hari Minggu, tanggal 27 Maret 2022, menjadi momentum yang sangat bersejarah.
Di tempat yang sederhana namun penuh kehangatan itu, berkumpullah sejumlah sahabat yang telah lama terpisah oleh waktu dan jarak.
Pertemuan berlangsung dengan suasana yang sangat akrab. Gelak tawa pecah ketika satu per satu kenangan masa lalu kembali diceritakan.
Ada yang mengenang masa sekolah, ada yang mengingat pertandingan sepak bola antar kampung, ada yang bercerita tentang tempat nongkrong favorit anak muda Siantar pada masanya, dan ada pula yang mengingat berbagai peristiwa lucu yang pernah mereka alami bersama.
Dalam suasana yang penuh nostalgia itulah lahir sebuah kesepakatan untuk membentuk komunitas yang diberi nama:
CERITA SIANTAR DULU (CSD)
Nama tersebut dipilih karena dianggap mampu menggambarkan identitas dan semangat komunitas, yaitu menjaga dan menghidupkan kembali cerita-cerita tentang Kota Pematangsiantar tempo dulu.
Para Saksi Deklarasi
Momen bersejarah tersebut turut dihadiri oleh sejumlah sahabat yang kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan CSD.
Mereka adalah:
* Ramadhan Pohan
* Almarhum Dharma Wangsa
* Ahmad Ganny Daulay
* Iwan BB
* Erwin Sitorus
* Almarhum Zakaria Damanik
* Sudung Silitonga
* Kurniaman Saragih
Kehadiran mereka menjadi saksi lahirnya sebuah komunitas yang kemudian berkembang menjadi keluarga besar bagi para sahabat Siantar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Nama almarhum Dharma Wangsa dan almarhum Zakaria Damanik hingga kini tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah awal berdirinya komunitas.
Tujuan Dibentuknya CSD
Sejak awal berdiri, Cerita Siantar Dulu memiliki tujuan yang sangat jelas.
CSD dibentuk sebagai wadah untuk mempertemukan kembali mereka yang pernah tumbuh dan besar bersama di Kota Pematangsiantar pada era 1980-an dan 1990-an.
Lebih dari sekadar tempat berkumpul, CSD hadir untuk:
* Menjalin dan mempererat silaturahmi.
* Menjaga persahabatan yang telah terjalin sejak masa muda.
* Menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.
* Menjadi tempat berbagi cerita dan kenangan tentang Kota Pematangsiantar.
* Menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
* Menjadi sarana saling membantu antar anggota.
CSD dibangun atas keyakinan bahwa persahabatan yang tulus akan tetap hidup meskipun dipisahkan oleh waktu, usia, dan jarak.
Perjalanan Organisasi
Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota CSD terus bertambah.
Melalui berbagai jaringan pertemanan dan media sosial, semakin banyak sahabat lama yang berhasil ditemukan kembali dan bergabung dalam komunitas.
Banyak anggota yang mengaku dapat kembali bertemu teman sekolah, teman bermain, bahkan sahabat masa kecil yang telah puluhan tahun tidak pernah berjumpa.
Pertumbuhan tersebut membuat CSD berkembang menjadi salah satu komunitas persahabatan yang aktif dan solid di Kota Pematangsiantar.
Saat ini CSD telah memiliki gedung sekretariat sendiri yang beralamat di jalan Pangururan No.3 Kelurahan Timbang Galung, kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar
Kegiatan Arisan Bulanan
Untuk menjaga kebersamaan dan komunikasi antar anggota, CSD secara rutin melaksanakan arisan bulanan yang dilaksanakan secara bergilir dari rumah ke rumah anggota.
Kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kekeluargaan.
Dalam setiap pertemuan, anggota tidak hanya mengikuti arisan, tetapi juga berbagi cerita, berdiskusi, serta saling memberikan dukungan dalam berbagai aspek kehidupan.
Arisan bulanan telah menjadi identitas sekaligus tradisi yang memperkuat eksistensi komunitas.
Program Jumat Barokah
Sebagai bentuk kepedulian sosial, CSD juga memiliki program rutin yang dikenal dengan nama Jumat Barokah.
Program ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali dengan membagikan nasi kotak kepada jamaah yang baru selesai melaksanakan Sholat Jumat di berbagai masjid di Kota Pematangsiantar.
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan komunitas yang mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota.
Melalui Jumat Barokah, CSD berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di kalangan anggota.
Konsistensi Melaksanakan Qurban
Selain kegiatan sosial rutin, CSD juga menunjukkan komitmennya dalam bidang keagamaan.
Sejak komunitas ini berdiri pada tahun 2022, CSD secara konsisten melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada setiap Hari Raya Idul Adha.
Hingga saat ini, komunitas telah melaksanakan pemotongan hewan qurban sebanyak lima kali.
Daging qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, anggota komunitas, dan warga sekitar.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian yang selalu dijunjung tinggi oleh seluruh anggota CSD.
Kepengurusan Saat Ini
Untuk memastikan organisasi berjalan dengan baik dan terarah, CSD memiliki struktur kepengurusan yang solid.
Saat ini kepengurusan Cerita Siantar Dulu (CSD) dipimpin oleh:
Ketua
Yudi Siregar, SH, MH
Wakil Ketua
M. Yusuf Harahap
Sekretaris
Ir. Tafid D. Putra
Bendahara
Rudiansyah, SE
Penasehat
Drs. Koni Ismail Siregar
Ahmad Ganny Daulay, SH
Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus juga didukung oleh berbagai bidang yang bertugas membantu pelaksanaan program kerja serta pengembangan komunitas.
Filosofi dan Semangat CSD
Dalam setiap kegiatan dan perjalanan organisasi, seluruh anggota selalu berpegang pada semboyan:
“BERSAHABAT, SOLID DAN KOMPAK SELAMANYA”
Semboyan tersebut bukan hanya slogan, tetapi merupakan nilai dasar yang menjadi pedoman seluruh anggota.
Bersahabat berarti menjunjung tinggi persaudaraan dan saling menghargai.
Solid berarti saling mendukung dan hadir dalam setiap keadaan.
Kompak Selamanya berarti menjaga persatuan dan kebersamaan tanpa memandang latar belakang apa pun.
Nilai-nilai itulah yang membuat CSD tetap kuat, berkembang, dan dicintai oleh para anggotanya.
Penutup
Dari sebuah pertemuan sederhana di Silampuyang pada tanggal 27 Maret 2022, lahirlah sebuah komunitas yang kini telah menjadi keluarga besar bagi putra-putri Kota Pematangsiantar yang tersebar di berbagai penjuru tanah air.
Cerita Siantar Dulu (CSD) adalah bukti bahwa persahabatan sejati tidak akan pernah lekang oleh waktu. Ia mampu bertahan melewati usia, jarak, kesibukan, bahkan perubahan zaman.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan sosial yang terus berkembang, kepengurusan yang solid, serta komitmen seluruh anggota untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan, CSD diharapkan akan terus tumbuh menjadi komunitas yang memberi manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.
Karena pada akhirnya, yang membuat sebuah komunitas bertahan bukanlah besarnya organisasi, melainkan kuatnya rasa persaudaraan di dalamnya.
Dan itulah yang selalu hidup di dalam Cerita Siantar Dulu:
“Bersahabat, Solid dan Kompak Selamanya.”


















































