Medan – Sejumlah pengurus utama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Sumatera Utara mengumumkan pengunduran diri mereka secara resmi. Deklarasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (9/1/2025) di Medan, dihadiri oleh para pengurus yang selama ini menjadi motor penggerak organisasi di wilayah Sumatera Utara.
Salah satu alasan utama yang melatarbelakangi pengunduran diri ini adalah ketidaksinkronan antara kebijakan pusat dengan fakta di lapangan, terutama terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sumatera Utara. Menurut mereka, berbagai kebijakan yang dikeluarkan tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan dan realitas politik daerah, sehingga menimbulkan kekecewaan dan konflik internal.
Hadirnya Sejumlah Tokoh Pengurus
Dalam deklarasi tersebut, hadir sejumlah tokoh penting DPD GRIB Jaya Sumut, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Rukun Sembiring dan Bendahara Jaman Ginting. Selain itu, beberapa wakil ketua seperti Bobby O Zulkarnain, Thomas Sinuhaji, Indra Siregar, Johannes Ginting, dan Hardika Sinuraya turut menyatakan sikap yang sama. Unsur pengurus lainnya juga tampak mendukung langkah pengunduran diri tersebut.
Secara bergantian, para tokoh ini menyampaikan alasan mereka untuk mundur dari organisasi. Dalam momen yang penuh emosional tersebut, mereka juga melepas pakaian seragam GRIB Jaya, sebagai simbol bahwa mereka tidak lagi terikat dengan organisasi tersebut.
Pernyataan Pengunduran Diri
Rukun Sembiring, yang berbicara mewakili para pengurus, menyampaikan bahwa keputusan ini bukanlah langkah yang diambil secara mendadak. “Kami sudah cukup lama menimbang keputusan ini. Ketidaksinkronan antara pusat dan daerah sangat memengaruhi kerja kami di lapangan. Kami merasa kebijakan pusat sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan nyata di Sumatera Utara,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Bendahara Jaman Ginting, yang menambahkan bahwa keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mereka terhadap masyarakat Sumatera Utara. “Kami tidak ingin berada dalam sebuah sistem yang tidak harmonis dan justru menghambat pergerakan politik yang seharusnya berpihak pada rakyat,” katanya.
Respon dari Pusat
Hingga berita ini diturunkan, pihak pusat GRIB Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri sejumlah pengurus penting DPD GRIB Jaya Sumut ini. Namun, peristiwa ini diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap struktur organisasi GRIB Jaya di Sumatera Utara.
Deklarasi pengunduran diri ini sekaligus menjadi tanda bagi organisasi politik untuk mengevaluasi kembali arah kebijakan dan strategi mereka di berbagai wilayah, guna mencegah kejadian serupa di daerah lain.
Komitmen Pasca-Pengunduran Diri
Meski telah menyatakan mundur, para pengurus yang keluar dari GRIB Jaya Sumut menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk berjuang demi kemajuan daerah dan masyarakat. “Kami tidak akan berhenti berkarya. Kami tetap akan bergerak, namun dengan jalan yang berbeda,” ujar salah satu wakil ketua, Thomas Sinuhaji.
Keputusan ini menjadi babak baru dalam dinamika politik lokal Sumatera Utara, sekaligus memberikan sinyal bahwa organisasi politik harus senantiasa mendengarkan aspirasi akar rumput agar tetap relevan dan solid. (Red)


















































