SINGKAWANG, Tuntasnews.net — Semangat kebudayaan dan nasionalisme siap membara di Kota Singkawang! Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang menggelar Pekan Kebudayaan dan Karnaval Budaya Merah Putih pada 15–18 Oktober 2026, sebagai momentum untuk menghidupkan kekayaan budaya sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan bangsa.
Kegiatan ini menjadi panggung bagi semangat kebinekaan, kreativitas, dan identitas budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Singkawang. Melalui Pekan Kebudayaan dan Karnaval Budaya Merah Putih, kekayaan tradisi diharapkan semakin dikenal, diapresiasi, dan diwariskan kepada generasi muda.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang menggelar Pekan Kebudayaan Daerah 2026 dan Karnaval Budaya Merah Putih dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-25 Pemerintah Kota Singkawang sekaligus menyambut Rembuk Nasional Rembuk Kebudayaan Kota Kita ,Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang akan di laksanakan pada,14-18 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan utama meliputi:
• 14 Oktober 2026: Kedatangan para kepala daerah di Kota Singkawang.
• 15 Oktober 2026: APEKSI Muda, diskusi pemerintahan kota, city tour, forum konsultasi kebudayaan, pembukaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD), serta welcome dinner bersama para kepala daerah.
• 15–17 Oktober 2026 : Pelaksanaan utama Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI 2026
Kepala Disdikbud Pemerintahan Kota Singkawang H. Asmadi, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan ini melibatkan pelajar semua jenjang, sanggar seni, pegiat budaya, organisasi kemasyarakatan, organisasi kebudayaan, dan komunitas seni. Pekan Kebudayaan juga memperkuat pendidikan karakter dan mendukung gerakan Satu Sekolah Satu Kearifan Lokal.
“Konsep budaya yang akan kita angkat adalah 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Selain pertunjukan seni budaya, akan ada stan-stan dari sekolah yang menampilkan unsur-unsur kebudayaan tersebut,” ujarnya dalam jumpa pers di ruang Kadisdikbud di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang beralamat di Jl. Alianyang No. 1, Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Kalimantan Barat 79123, pada Senin [ 12-Oktober-2026 ].
Jadwal kegiatan :
– Kamis, 15 Oktober : Lawatan sejarah ke bangunan cagar budaya, dilanjutkan pentas seni budaya dan pembukaan di Taman Cahaya Madani.
– Jumat, 16 Oktober : pentas seni budaya di Taman Cahaya Madani pukul 14.00-22.00 WIB.
– Sabtu, 17 Oktober :puncak acara berupa Karnaval Budaya Merah Putih di Kantor Wali Kota Singkawang. Pesertanya dari TK, SD, hingga perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan kebudayaan, majelis seni budaya, serta pegiat seni.
– Minggu, 18 Oktober : pentas seni budaya di Taman Cahaya Madani, dilanjutkan hiburan rakyat pada malam hari.
Singkawang yang dikenal dengan keberagaman suku, agama, dan budayanya memiliki potensi besar untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan berbagai tradisi dalam semangat persatuan. Budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dijaga dan dikembangkan di tengah perubahan zaman.
Momentum ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan pelajar, komunitas seni, pelaku budaya, serta masyarakat luas dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Dengan begitu, kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi tuntunan dalam membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang F. Filicity Yossy Kartini, S.S., M.A.P. mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Menurutnya, acara ini adalah ruang publik yang disediakan Pemkot bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya mereka.
Yossy menegaskan keterlibatan tidak terbatas pada komunitas tertentu, tetapi terbuka bagi masyarakat luas. Meski begitu, penampil yang tampil telah melalui proses kurasi sehingga pengunjung dapat menyaksikan ragam seni yang merepresentasikan kekayaan tradisi Nusantara, dari Sabang sampai Merauke.
“Kami mengundang semuanya untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam kegiatan Pekan Kebudayaan. Ini juga merupakan ruang publik yang diberikan pemerintah Kota Singkawang bagi seluruh pelaku seni,” ungkapnya.
Karnaval Budaya Merah Putih menjadi bagian penting dari semangat tersebut. Perpaduan simbol kebangsaan dan ekspresi budaya diharapkan menghadirkan pesan kuat bahwa keberagaman bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan Indonesia.
Disdikbud Kota Singkawang melalui kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komitmen pelestarian budaya, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya sendiri.
Asmadi berharap kegiatan ini berdampak positif bagi perekonomian warga. Ia menyebut peluang usaha terbuka bagi pelaku UMKM, kelompok pertunjukan, serta penyedia jasa sewa pakaian dan perlengkapan seni budaya, seiring kehadiran peserta dan pengunjung.
Ia juga mengajak seluruh warga menjaga kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati, serta turut menjaga keamanan dan ketertiban selama acara. Menurutnya, keberagaman Singkawang adalah kekuatan bersama yang perlu dirawat lewat kegiatan kebudayaan
Pada 15–18 Oktober 2026, semangat budaya dan Merah Putih diharapkan menjadi energi bersama bagi masyarakat Singkawang. Sebab, menjaga budaya berarti menjaga jati diri bangsa, dan merawat keberagaman berarti memperkokoh persatuan Indonesia.
(Bernix)


















































